Pengertian CRM
Customer Relationship Management adalah sebuah strategi bisnis berorientasi pelanggan dimana
sebuah organisasi berusaha meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan
dengan menawarkan layanan spesifik pelanggan. CRM muncul sebagai
jembatan strategis antara strategi teknologi informasidan
pemasaran. Organisasi mengumpulkan dan menganalisa data pola pelanggan,
menginterpretasikan perilaku pelanggan, membangun model prediksi,
merespon komunikasi pelanggan secara tepat waktu dan efektif, serta
mengirimkan nilai barang dan jasa ke pelanggan individu. Melalui
pemahaman yang baik atas pelanggan yang sudah ada, perusahaan dapat
berinteraksi, memberikan tanggapan, dan berkomunikasi lebih efektif
dengan pelanggan tersebut untuk meningkatkan tingkat retensi. Oleh
karena CRM membutuhkan integrasi antara teknologi informasi dan
pemasaran, kerjasama lintas fungsi menjadi suatu kewajiban untuk
kesuksesan.
Terdapat banyak manfaat dari integrasi ERP dan CRM. Beberapa keuntungan dari suksesnya implementasi CRM adalah meningkatkan kompetisi melalui pendapatan lebih tinggi dan biaya operasional lebih rendah; meningkatkan kepuasan pelanggan dan tingkat retensi; meningkatkan nilai pelanggan; berpotensi menilai loyalitas pelanggan, profitabilitas, dan kemampuan mengukur pembelian berulang; biaya yang dikeluarkan; dan umur pelanggan. Sistem CRM menyediakan alat bagi karyawan dalam mengelola kontak, aktivitas, dokumen, dan kebutuhan informasi untuk mengkustomisasi strategi pemasaran sehingga sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Faktor kritis dalam pengimplementasian adalah menemukan strategi CRM yang konsisten dengan strategi perusahaan, menentukan skala dan lingkup perubahan infrastruktur lintas fungsi yang diperlukan. Dan pada akhirnya, manajemen harus bijaksana dan menerima jika tujuan yang diharapkan dari CRM tidak dapat dicapai.
Kegagalan CRM
Implementasi CRM adalah hal yang membutuhkan kerja keras. Berdasarkan estimasi, 75%-85% implementasi CRM mengalami kegagalan. Dan studi di Australia menyatakan bahwa sebesar 60% merasakan kurang puas. Dapat dikatakan bahwa banyak perusahaan yang mengimplementasikan CRM gagal merealisasikan potensi keuntungan yang diharapkan. Mengapa hal itu terjadi? Beberapa perusahaan mengabaikan kompleksitas CRM, kurang jelasnya tujuan bisnis, tidak cukupnya investasi pengimplementasian, adanya asumsi bahwa metodologi sistem ERP yang sama akan sesuai dengan sistem CRM apapun, tidak cukupnya integrasi dengan sistem ERP. Bagaimana memperbaiki situasi ini? Maka disusunlah metrik CRM untuk disesuaikan dengan aktivitas bisnis.
Metrik CRM
Customer Value Scorecard (CVS). CVS adalah metrik kinerja pelanggan yang terlihat pada tingkat transisi dari tahap dan segmen yang mempengaruhi nilai dari basis pelanggan. Namun, banyak metrik CRM yang ada saat ini dapat diterapkan cukup mudah untuk membantu menunjukkan nilai dan profitabilitas. Metrik seperti Kepuasan Pelanggan Relatif, Retensi Pelanggan, dan Nilai Lifetime Pelanggan memberikan tolak ukur yang berharga bagi manajer. Metrik berikut disarankan dengan asumsi implementasi CRM secara penuh, integrasi dengan pelaporan ERP, dan kemampuan data mining. Metrik CRM meliputi:
- Perubahan Konversi atau Tingkat Penjualan.
- Perubahan Tingkat Cross-Selling untuk Pelanggan yang ada.
- Mengevaluasi Promosi Pemasaran.
- Memprediksi Penjualan Masa Depan.
- Mengevaluasi Sistem CRM.
- Membawa Personil Pemasaran dan Penjualan yang Baru untuk meningkatkan kecepatan
CRM dapat juga diimplementasikan menggunakan aplikasi sederhana dengan spreadsheet Excel dan tidak memerlukan integrasi. Metrik yang digunakan meliputi:
- Biaya Per Akuisisi.
- Nilai Lifetime Pelanggan.
- Perubahan Kepuasan Pelanggan.
- Efektivitas E-mail.
- Analisis Lalu Lintas Web
Alasan Perusahaan Membuat CRM
Sekarang ini banyak perusahaan yang menggunakan berbagai sarana dalam usahanya untuk meningkatkan Customer Relationship Management (CRM). Secara khusus mereka berusaha memberikan layanan yang sifatnya personal sehingga dapat memberikan kepuasan yang tinggi pada pelanggannya, baik sebagai stakeholder maupun pelanggan. Perusahaan mengetahui bahwa pelanggan merupakan aset yang sangat penting untuk keberadaan dan kelanjutan dari perusahaan itu sendiri, dengan kondisi tersebut perusahaan menyadari betapa pentingnya CRM untuk mengatasi problema yang ada diatas. Saat ini banyak perusahaan yang memanfaatkan Customer Relationship Management (CRM) untuk menjalin hubungan dengan pelanggan. Dengan menerapkan CRM, perusahaan akan mengetahui apa yang diharapkan dan diperlukan pelanggannya sehingga akan tercipta ikatan emosional yang mampu menciptakan hubungan bisnis yang erat dan terbuka serta komunikasi dua arah di antara mereka. Dengan demikian kesetiaan pelanggan dapat dipertahankan dan tidak mudah berpindah ke lain produk dan merek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar